Berawal dari ketidaksengajaan saya akhirnya beli produk ini, saya pake nomor #7 rose sugar macaroon, klo diliat swatch-nya emang looks soo pinky tapi setelah diaplikasikan,warnanya segar untuk kulit kuning langsat saya,shimmer-nya yang banyak banget bikin produk ini cocok dipakai untuk acara malam hari..
Yang bikin saya suka juga,case dan puff-nya bikin jatuh cintaa..puff-nya amat sangat mudah diaplikasikan dan juga lembut banget,cocok untuk pemula.
Selasa, 18 Desember 2012
Selasa, 27 November 2012
My Hair Loss Solution
Since I wear hijab about several years ago, my biggest problem is hair loss.. it make me so sad because i was very concerned about my hair health. Dulu banget waktu saya kecil my momma said kalo saya ini rambutnya tipis dan kemerahan. Sejak saat itu mama rajin ngolesin ramuan-ramuan tradisional such as : santan kelapa, lidah buaya, kuning telur, teh basi dan segala rupa. Rajinnya mama saya membuahkan hasil, rambut saya tumbuh sehat, hitam dan tebal. Namun sejak saya menggunakan hijab, my hair constantly covered ditambah lagi iklim Indonesia yang tropis tau sendiri lah yaa...bikin rambut jadi rapuh :(
Saya udah nyoba bermacam hair tonic dari bermacam merk dan hasilnya ga terlalu maksimal. Untuk nyoba perawatan alami kaya dulu lagi rasanya ga mungkin. Semenjak saya kerja kantoran, I have a little time.. rasanya ga sempet kaya gitu-gituan lagi..
Saat saya udah nyaris menyerah, suddenly saya inget sama salah satu produk andalan mama saya juga, cem-ceman mustika ratu. Saya pun membelinya.
Saya udah nyoba bermacam hair tonic dari bermacam merk dan hasilnya ga terlalu maksimal. Untuk nyoba perawatan alami kaya dulu lagi rasanya ga mungkin. Semenjak saya kerja kantoran, I have a little time.. rasanya ga sempet kaya gitu-gituan lagi..
Saat saya udah nyaris menyerah, suddenly saya inget sama salah satu produk andalan mama saya juga, cem-ceman mustika ratu. Saya pun membelinya.
Labels:
beauty product,
hair,
hijab,
traditional
Sabtu, 24 November 2012
(Indonesian Food Recipe) Resep Ayam Balado ala Tya Trivi
Saya termasuk penggemar masakan pedas yang pedasnya nanggung-nanggung (soalnya ga kuat makan pedes >_< ) nah kali ini saya mau share resep yang baru aja saya coba, terinspirasi dari ayam balado yang ada di rumah makan padang. Bila dimakan saat panas ditambah nasi pulen yang hangat, oaalaahhh..saya ampe nambah 2 kali lohh.. (maruk :p ) Resep ini saya modifikasi sesuai selera saya.. hehe.. monggo yang mau coba... :)
Bahan :
5 potong ayam pejantan
garam
jeruk nipis
Bumbu :
10 buah cabai merah tanjung
6 buah cabai merah keriting
7 siung bawang merah
1 buah tomat merah, potong potong
Bahan :
5 potong ayam pejantan
garam
jeruk nipis
Bumbu :
10 buah cabai merah tanjung
6 buah cabai merah keriting
7 siung bawang merah
1 buah tomat merah, potong potong
Sabtu, 17 November 2012
SK II Facial Treatment Essence Review
Pada tulisan saya kali ini, agak beda dari tulisan - tulisan saya sebelumnya, yepp.. i'll make some reviews about make up, one of my collection is SKII Facial Treatment Essence 150 ml... sebetulnya ini masuk kategori perawatan sih yaa.. gapapa deh, masukin kategori makeup aja.. ^^
This is one of my favorite product...beside the prices is expensive ( for me ), harganya nyaris sejuta rupiah but it was worth to buy.. alias ga rugi deh beli ni product..
Pertama kali pake product ini, saya berpikir "apa istimewanya ?" ini cuma bener - bener air bening yang bahkan smellness alias ga berbau..
Kalo menurut orang 'sana'-nya cara pake Facial Treatment Essence ini pake kapas,
This is one of my favorite product...beside the prices is expensive ( for me ), harganya nyaris sejuta rupiah but it was worth to buy.. alias ga rugi deh beli ni product..
Pertama kali pake product ini, saya berpikir "apa istimewanya ?" ini cuma bener - bener air bening yang bahkan smellness alias ga berbau..
Kalo menurut orang 'sana'-nya cara pake Facial Treatment Essence ini pake kapas,
Minggu, 19 Desember 2010
Inilah Makanan yang bakal bikin saya kangen Bandung...
Bandung - Bandung yeah..yeah..yeah... tempat dimana saya dilahirkan dan dibesarkan..hahahahaa...
Karena tak lama lagi saya bakal merantau ke tanah orang, meninggalkan kampung halaman buat mencari sesuap nasi, mungkin tulisan yang saya buat ini bakal jadi obat rindu saya, bisa saya baca kapanpun saya mau,meskipun mungkin saya hanya bisa melihat gambarnya saja, but it works buat ngobatin rasa kangen saya sama makanan-makanan yang mungkin bakal jarang saya temuin nantinya, mungkin beberapa ada yang mudah saya temuin, tapi dengan cita rasa yang tentu saja berbeda.
1...2...3...here we go.....
1. Baso Tahu Goreng a.k.a BATAGOR
Perpaduan dari tepung tapioka dan ikan tenggiri yang diberi bumbu, kemudian dibalut kulit pangsit dan tahu, digoreng kering, kemudian disiram sambal kacang, kecap manis dan jeruk sambal, menggoda selera...di Bandung ada 2 batagor yang paling dicari, yaitu batagor Riri dan batagor Kingsley, sayangnya buat saya, harganya kurang bersahabat, sedangkan di sekolah saya dulu, dengan harga Rp.5000 bisa dapat 5 potong batagor,hehehe...
2. Aci Dicolok a.k.a CILOK
Nahh...ini dia yang bakal pernah kita temuin dimanapun selain di Bandung, di bandung pun rasanya udah ga terlalu mudah kita temuin cilok yang bener-bener cita rasa cilok, cilok terenak yang pernah saya makan adalah cilok jalan laswi dan cilok di unisba, tepatnya ada di gang sebelah kampus unisba, ini benar-benar cilok yang luar biasa, klasik, yang menjadi favorit saya adalah cilok isi gajih (lemak sapi),
Karena tak lama lagi saya bakal merantau ke tanah orang, meninggalkan kampung halaman buat mencari sesuap nasi, mungkin tulisan yang saya buat ini bakal jadi obat rindu saya, bisa saya baca kapanpun saya mau,meskipun mungkin saya hanya bisa melihat gambarnya saja, but it works buat ngobatin rasa kangen saya sama makanan-makanan yang mungkin bakal jarang saya temuin nantinya, mungkin beberapa ada yang mudah saya temuin, tapi dengan cita rasa yang tentu saja berbeda.
1...2...3...here we go.....
1. Baso Tahu Goreng a.k.a BATAGOR
Perpaduan dari tepung tapioka dan ikan tenggiri yang diberi bumbu, kemudian dibalut kulit pangsit dan tahu, digoreng kering, kemudian disiram sambal kacang, kecap manis dan jeruk sambal, menggoda selera...di Bandung ada 2 batagor yang paling dicari, yaitu batagor Riri dan batagor Kingsley, sayangnya buat saya, harganya kurang bersahabat, sedangkan di sekolah saya dulu, dengan harga Rp.5000 bisa dapat 5 potong batagor,hehehe...
2. Aci Dicolok a.k.a CILOK
Nahh...ini dia yang bakal pernah kita temuin dimanapun selain di Bandung, di bandung pun rasanya udah ga terlalu mudah kita temuin cilok yang bener-bener cita rasa cilok, cilok terenak yang pernah saya makan adalah cilok jalan laswi dan cilok di unisba, tepatnya ada di gang sebelah kampus unisba, ini benar-benar cilok yang luar biasa, klasik, yang menjadi favorit saya adalah cilok isi gajih (lemak sapi),
Bali Agung, Bali culture well reflected
Inspired by the historic and legendary 12th century accounts of King Sri Jaya Pangus and his beloved wife Kang Ching Wie, the daughter of a Chinese merchant. poured through a sendratari’s of Bali Agung. Beautiful and well performance, very original and reflect the bali’s cultural perspective.
Bali Agung, an epic legend that revolves around the king of Balingkang kingdom. Many years have passed but no sign of a child, so the King decides to leave his wife for a journey across the waters to find his taksu. Following the storm at the sea the King is washed ashore into strange and magical island with baby animals surrounded him. He finds his place for meditation not long until he is awaken with the rise of Dewi Danu, the water goddess of the volcanic lake Batur. Accompanied by her forest spirits, Dewi Danu seduces the King. He can not resist. In addition, Kang Ching Wie gather the courage to seek her husband, until she found her husband with Dewi Danu already have children, there was a battle, with the power of Dewi Danu, the king and princess Kang Ching Wie became the statue. This story
Bali Agung, an epic legend that revolves around the king of Balingkang kingdom. Many years have passed but no sign of a child, so the King decides to leave his wife for a journey across the waters to find his taksu. Following the storm at the sea the King is washed ashore into strange and magical island with baby animals surrounded him. He finds his place for meditation not long until he is awaken with the rise of Dewi Danu, the water goddess of the volcanic lake Batur. Accompanied by her forest spirits, Dewi Danu seduces the King. He can not resist. In addition, Kang Ching Wie gather the courage to seek her husband, until she found her husband with Dewi Danu already have children, there was a battle, with the power of Dewi Danu, the king and princess Kang Ching Wie became the statue. This story
Selasa, 19 Oktober 2010
Inspired From - "From This Moment On"
Tadi malam, si pacar *ehem-ehem, minta saya buat download lagu-nya Shania Twain yang From This Moment On, sudah menjadi kebiasaan saya, langsung suudzon "kenapa suka lagu ini....... kenangan ama mantan ya??" *dengan sewotnya :p
He answered.. karena lagu ini ada di nikahan artis x dan y, udah gitu, maknanya dalem 'menggambarkan bahwa sejak saat pernikahan hidup kita hanya untuk pasangan kita...'
what a short sentences, but deeply meaningful for me... bikin saya merenung, tentu hal itu bukan hal yang mudah buat seorang pria, berbagi kehidupan dan mendedikasikan kehidupannya untuk keluarga kecilnya.. Jadi teringat obrolan saya dan sahabat waktu jaman kuliah dulu, namanya Malla, saya dan malla selalu salut bila kita menemukan seorang pria muda, mapan, menarik, berani menikahi pacarnya di usia yang relatif muda (tentunya pernikahan karena dia benar-benar siap secara mental bukan pernikahan karena 'tanggung jawab')
Marriage - satu kata
Langganan:
Postingan (Atom)








